Ada satu hal yang selalu bikin aku kangen Yogyakarta, selain suasananya yang hangat dan penuh nostalgia, kuliner yang ada di Yogyakarta selalu menggugah selera.
Setiap kali aku kembali ke kota ini, rasanya selalu ada kejutan baru yang menanti. Yogyakarta bukan hanya terkenal dengan destinasi wisata budaya dan sejarahnya, tetapi juga dengan deretan makanan khas yang memanjakan lidah. Mulai dari yang manis, gurih, pedas, sampai yang bikin penasaran, semuanya ada disini.
Sebagai seseorang yang sudah berulang kali menjelajahi sudut demi sudut kota ini seperti kampung halamannya sendiri, aku paham betul bahwa liburan ke Jogja belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya.
Yuk, biar semakin ngiler aku ajak kamu menyusuri deretan kuliner Jogja yang wajib dicoba saat liburan!
Kuliner Khas Yogyakarta
Berikut adalah deretan kuliner khas Yogyakarta yang wajib kamu coba saat liburan ke kota ini.
1. Gudeg
Kalau ada makanan yang paling melekat dengan nama Yogyakarta, tentu jawabannya adalah gudeg. Makanan berwarna cokelat manis ini terbuat dari nangka muda yang dimasak berjam-jam hingga teksturnya lembut dan rasanya meresap sempurna.
Gudeg biasa disajikan dengan krecek, ayam kampung, telur bacem, tahu, dan sambal goreng. Paduan manis dan pedasnya beuuuh benar-benar bikin nagih.
Salah satu gudeg yang paling aku suka saat kulineran di Yogyakarta adalah Gudeg Lindu! Kuliner yang satu ini tidak boleh kelewatan. Demi bisa menikmati gudeg yang satu ini, kami harus rela antre panjang saat waktu sarapan. Karena terlambat sedikit saja bisa kehabisan.
2. Bakpia

Bakpia adalah camilan khas Jogja yang mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Terbuat dari campuran kacang hijau manis dengan kulit tipis yang renyah atau lembut (tergantung jenisnya), bakpia menjadi kudapan yang sempurna untuk teman perjalanan.
Dulu, bakpia khas Jogja hanya punya satu varian rasa: kacang hijau. Tapi sekarang, pengunjung yang liburan ke Yogyakarta bisa menemukan berbagai varian modern seperti cokelat, keju, kopi, durian, dan bahkan green tea.
Cemilan satu ini juga merupakan oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta.
3. Tiwul dan Gatot
Kalau kamu ingin mencoba kuliner tradisional yang jarang disentuh wisatawan mainstream, cobalah tiwul dan gatot. Keduanya berasal dari olahan singkong yang dikeringkan, lalu diolah hingga menjadi makanan yang manis dan kenyal.
Tiwul memiliki tekstur seperti butiran nasi kasar, sedangkan gatot lebih kenyal dan berwarna gelap. Biasanya disajikan dengan taburan gula kelapa dan parutan kelapa muda. Makanan ini punya cerita historis panjang, karena dulu menjadi pangan utama masyarakat Gunungkidul saat masa paceklik.
Jangan lupa buat mampir ke pasar tradisional di Gunungkidul atau Kulon Progo untuk mencarinya.
4. Sate Klathak
Tidak lengkap rasanya membahas kuliner Jogja tanpa menyinggung Sate Klathak. Sate yang satu ini unik karena hanya menggunakan bumbu garam dan sedikit merica, lalu ditusuk memakai jeruji besi. Teknik ini membuat panas merambat hingga ke dalam daging, sehingga matangnya merata dan lembutnya sempurna.
Sate klathak merupakan kuliner wajib si Papi setiap kali liburan ke Yogyakarta. Kamu bisa menemukan Sate Klathak di daerah Pleret, Bantul. Di sini, kamu akan menemukan warung-warung legendaris seperti Sate Klathak Pak Pong yang selalu ramai pengunjung.
Selain Pak Pong, kami juga selalu mengunjungi Sate Klathak Pak Bari yang berlokasi di Pasar Wonokromo, Bantul.
5. Oseng-oseng Mercon
Buat kamu yang suka pedas, Jogja juga punya oseng-oseng mercon yang legend banget. Oseng-an ini terbuat dari daging sapi, kikil, dan tetelan yang dimasak bersama cabai rawit super banyak.
Pedasnya benar-benar “nendang”, tapi rasa gurih dan teksturnya bikin kamu pengen nambah terus meski keringat bercucuran. Oseng Mercon Warung Bu Narti adalah salah satu yang paling dikenal, tapi sekarang banyak versi baru yang tak kalah enak.
6. Sego Kucing
Kamu belum merasakan Jogja sepenuhnya kalau belum duduk di angkringan. Di sinilah sego kucing atua nasi porsi kecil dengan sambal dan lauk sederhana menjadi primadona. Harganya murah, pilihannya banyak, dan suasananya selalu asik buat menghabiskan malam.
Tidak ada yang lebih Jogja daripada duduk lesehan sambil menikmati nasi bungkus, sate usus, gorengan, dan teh panas. Angkringan bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang untuk bersantai dan meresapi suasana kota.
Setiap kali aku ke Jogja, angkringan Lik Man selalu jadi destinasi pertama dan terakhir sebelum pulang.
7. Geplak Bantul
Kalau kamu pecinta manis, kamu harus coba geplak. Kudapan khas Bantul ini terbuat dari kelapa parut dan gula, warnanya cerah dan rasanya manis menggigit. Geplak modern sekarang punya banyak warna menarik, mulai dari pink, hijau, kuning, sampai cokelat.
8. Mie Lethek
Mie Lethek berasal dari Bantul dan dibuat dari tepung tapioka bercampur singkong tanpa bahan pewarna. Karena proses tradisionalnya, mie ini berwarna kusam, itulah mengapa disebut lethek atau “kotor” dalam bahasa lokal.
Tapi jangan terpengaruh tampilannya. Justru rasa gurih dan aromanya sangat khas. Biasanya dimasak menjadi mie rebus atau goreng dengan tambahan ayam dan telur. Rasanya sederhana, tapi tetap nikmat.
Penutup
Kuliner Jogja bukan hanya soal makanannya, tetapi juga cerita, sejarah, dan suasana yang menyertainya. Dari gudeg yang manis hingga oseng mercon yang pedas membara, dari angkringan yang sederhana hingga bakpia yang selalu jadi buah tangan, semuanya punya jejak rasa yang membuat kota ini begitu istimewa.

Leave a Reply