Pengalaman Menemani Anak Naik Pesawat Untuk Pertama Kali

Cabin pesawat

Halo!

Akhir tahun ini rasanya excited banget! Soalnya kami mau pergi liburan ke Bali! Liburan kali ini termasuk salah satu liburan dengan persiapan tersatset. Ya gimana enggak ya, soalnya kunjungan kami ke Bali kali ini untuk menemani Papi kerja.

Karena waktunya lama dan bertepatan sama jadwal liburan si nona manis, yaudah deh cus langsung booking tiket pesawat meski harganya bikin ngelus dada karena beli H-4 keberangkatan. Hiks.

Setelah memastikan tiket pesawat sudah secure, hotel sudah dibooking, pakaian sudah dipacking, tiba saatnya buat sounding sama si non karena ini adalah pertama kalinya dia liburan naik pesawat.

Sebenarnya sounding sama anak umur 7 menuju 8 tahun itu mudah-mudah susah, perasaan mereka tuh campur aduk banget, ada rasa excitednya, khawatir, rewelnya, huft. Apalagi kami beda pesawat sama Papi, jadi makin gak karuan deh. Ibu-ibu harus banyak sabar pokoknya.

Nah artikel kali ini aku mau membagikan pengalaman menemani anak naik pesawat untuk yang pertama kalinya.

Kenalkan moda transportasi pesawat

Sebelum memutuskan untuk liburan naik pesawat, sudah sejak jauh hari aku kenalkan moda transportasi yang satu ini. Aku suka cerita kalau dia pernah naik pesawat waktu masih di dalam perut beberapa kali. Dari situ dia jadi tertarik pengen coba liburan naik pesawat.

Beberapa kali lihat Papinya dinas ke luar kota naik pesawat bikin si non jadi makin semangat!

Ada satu buku yang membantu mengenalkan berbagai macam moda transportasi, salah satunya pesawat. Buku itu berjudul “Suara Apa Itu?” penerbit Rabbit Hole. 

Aku cukup kaget waktu si non bilang katanya kalau naik pesawat dan telinga mulai berdengung sebaiknya langsung mengunyah permen. Padahal aku belum jelaskan kondisi naik pesawat tuh seperti apa, ternyata dia teringat kalimat dibuku itu. Buat ibu-ibu yang pengen mengenalkan tentang transportasi buku “Suara Apa Itu?” bisa jadi pilihan buat si kecil.

Ceritakan pengalaman saat naik pesawat

Agar lebih mendalami lagi, ibu sebaiknya ceritakan pengalaman saat naik pesawat pertama kali. Ceritakan bahwa perasaan yang dirasakan si kecil itu valid, bahkan hingga dewasa perasaan itu tetap muncul.

Tenangkan si kecil agar selama perjalanan dia bisa menikmati setiap momen bersama. Jangan lupa untuk ajak berdoa disetiap perjalanan yang akan dilakukan. Dengan begitu si kecil akan terasa aman dan nyaman saat bepergian.

Kenalkan setiap bagian di pesawat

Saat pertama kali masuk pesawat, si non excited banget. Dia menanyakan segala hal yang ada di kabin, termasuk kenapa ada asap yang keluar dari atas.

Dia juga bertanya tentang tata cara yang ada di buku petunjuk keselamatan, dia nanya oksigen keliat dari mana, fungsi pelampung apa, kena ada perosotan raksasa di pesawat, kenapa tidak boleh pakai heels dan lain sebagainya.

Pertanyaan standar sih sebenernya, apalagi anak baru pertama kali naik pesawat. Sebagai orang tua ada baiknya kita cari tahu terlebih dahulu agar saat menyampaikan pada si kecil, dia mendapatkan jawaban yang sesuai dan tidak asal-asalan. Jadi orang tua memang harus banyak belajar ya!

Jaga sikap saat di terminal

Biasanya penumpang pesawat akan disuruh menunggu 1-2 jam di terminal keberangkatan. Selama itu pula si kecil akan mudah merasa bosan. Sebelum berangkat ke Bandara sebaiknya beritahu si kecil untuk menjaga sikap selama di Bandara.

Bandara termasuk fasilitas umum yang dapat digunakan untuk semu orang. Dengan mengenalkan adab menunggu di Bandara, insha Allah kehadiran si kecil tidak akan mengganggu penumpang lain yang sedang menunggu pesawat.

Siapkan snack yang cukup

Meski sudah disiapkan sedemikian rupa, ternyata masih ada satu atau dua hal yang terlewat. Contohnya snack ini! Waktu berangkat dari rumah aku tidak membawa bekal makanan yang cukup, karena aku pikir kami akan sampai di Bandara subuh, si non juga gak suka ngemil.

Eh ternyata kami datang 3 jam lebih cepat, meleset dari perkiraan awal. Akhirnya kami menunggu lebih lama di terminal keberangkatan.

Karena waktu sudah dini hari, naga dalam perut si non ternyata minta jatah untuk diisi. Mau gak mau aku harus jajan deh di Bandara. Padahal jajanan di Bandara itu overprice banget! Huhu. Tapi yaudahlah daripada ngomel-ngomel kan, mending beli aja.

Lain kali kalau mau berangkat sama bocil, jangan lupa bekal makanan atau snack yang banyak deh biar gak rewel selama nunggu waktunya terbang.

Penutup

Nah itu dia pengalaman dan tips yang bisa aku bagikan tentang pertama kali menemani anak naik pesawat. Rasa dag dig dug campur aduk apalagi aku udah lama gak naik pesawat sendiri ternyata bisa ditaklukkan juga.

Mengenalkan si kecil dengan moda transportasi pesawat juga jadi kunci untuk perjalanan yang nyaman dan menyenangkan!

ttd abira journal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *